Kembali ngepost di tengah kehidupan sebagai mahasiswa yang sibuk menyibukkan diri itu ternyata memang unspeakable. Di tengah-tengah punya tanggungan KRS buat temen-temen yang masih numpuk (tanggung jawab moral juga sih buat anak yang KRSnya udah kelar #gayadikit#, tapi juga karena dimintain) dan dengan tinggal dua minggu menjelang uas dan beberapa periode menjelang terima IP pertama. Berasa lebih deg-degan dibanding mikir mau make gaji pertama kayak apa. Ditambah paper akhir semester yang belum rampung juga karena masih mikir mau pake landasan teori yang seperti apa.
Masih ditambah seneng karena menang lomba modern dance itu (notabene itu debut sebagai dancer semasa mahasiswa) dan galau mikirin kapan mau kembali ikut latihan di UKM softball – baseball yang jadwalnya terus diganggu jadwal kuliah. Dan masih banyak galau-galau lainnya yang menanti…. Di sisi lain, info beasiswa yang udah telat dan beberapa yang gagal di-apply bikin makin susah mikrin keuangan akhir-akhir ini yang kayak keran tanpa penutup. Banyak hal yang rasanya aku bisa ceritakan sekarang ini.
Btw, fyi bahwa KRSan di FISIPOL UGM, terutama di HI UGM itu udah kayak film Battle Royale seri pertama itu. bener-bener semacam seleksi alam dan yang kalah… terpaksa harus ambil kelas lain, atau tidak ambil kelas sama sekali. Ini yang berat. Masalahnya, saking banyaknya anak yang mau KRS online(karena ga dilayani KRS offline) sehingga server yang tergolong rada rada itu akhirnya down dari siang hari tadi sampe sekarang. dan mungkin ga akan sembuh dalam waktu dekat.
Ngomong-ngomong sembuh, kegiatan ini semua juga dijalani dengan keloid di lutut bekas jatoh dari motor tanggal 4 Oktober 2011. kejadian yang cukup mematikan itu bikin keloid juga di lengan dan bikin bekas luka putih lebar yang kayaknya juga ga akan hilang. Satu-satunya yang terlihat paling sembuh adalah tulang jempol kaki kananku yang dulunya patah karena kejadian itu yang sekarang ternyata udah bisa dibilang sembuh, walaupun dengan pergerakan yang lebih terbatas dibanding sebelum tulang itu patah. Untungnya, ini semua ga mengganggu kegiatan biasa yang kulakukan sebelum jatuh dari motor. Bahkan aku bisa terimakasih dari kejadian ini karena diingatkan akan kehidupan. Ga lama setelah kejadian itu, Marco Simoncelli meninggal karena kecelakaan dan itu mengerikan.
…tentunya masih dengan labil pembahasaan mau ngomong kayak apa di post kali ini.
Terima kasih telah menyimak curhatan ini. Sedikit puisi, mungkin yang sepengertian denganku maaf kalau rada menyinggung
So the world has spread into segments of a united entity, only living in memories of one clever
I decipher them when it’s dark, when light is so bright it blinds, it blurs visions. A bias
But not yet apocalyptic, nor large-scales of them have even occured
“This is the work of my kind” as I read the story in sorrow
The story is written based on common sense that time, who felt slightly just different
When the sun went to the west, believed by some
Its adherents have led to war when conflict is odd, and inevitable.
A pathetic thing for perspectives of the person who deciphers this fact
They blame themselves they didn’t recognize, without a viable solution to implement
Hence they went to the center of their world, asking for salvation
Of the war they made themselves, and thrown themselves in
The truth that rejection is the most tolerable measure of action as right, they perceive that way
Some of them do berserk, belligerents into the affair counted bringing bloodshed
Yet some of them sit still in the backyards, seeing the war from a terrific angle
I know who they are