jump to navigation

Depok, perjalanan yang berantakan(Transportasi Depok part 3) Mei 29, 2009

Posted by Dudit in Review Gila.
Tags:
6 comments

Ga terasa dalam sehari gue bisa ngepost tiga postingan kaya begini, mengingat gue termasuk anak yang (hampir) ga pernah ada inspirasi dan agak pemalas. Dan sekarang gue akan ngebahas satu topik, yaitu tempat berlabuhnya angkutan umum. Terminal dan stasiun.

Pertama yang soal terminal. Terminal Depok kalo diliat, mau dari sisi mana aja, tetep aja keliatan berantakan dan ga rapi. Mungkin kalo diliat dari pintu masuk penumpangnya gak terlalu kelihatan. Tapi kalo dari tempat masuk buat kendaraannya? Wah wah wah, lain cerita ini.
Loket dari tempat masuk ini keliatan udah kaya beom pernah dibenerin dah jama Belanda. Loketnya keliatan ga terawat, mungkin yang petugas loketnya ga betah juga di situ. Wong yang keliatan aja udah ga layak gitu gerbang masuknya.
Sampai di dalam, kebahagiaan melihat keindahan(baca : kesan melihat keberantakan) terminal pun makin bertambah. Baunya yang gak nahan, dibumbui dengan preman pasar dimana-mana dan anak-anak suka ribut(yang gaulnya disebut alay), diberi topping copet(pizza freak mode : on), dan disajikan dengan susunan kendaraan di terminal yang kurang diatur, bisa jadi terminal depok adalah tempat paling ’sedap’ di Depok. Harsunya terminal dibikin lebih rapi dan bersih, biar enak diliat.

Selanjutnya di stasiun. Yang ini hampir sama parahnya dengan terminal, bahkan ‘bidang’nya pun miripan. Iya gak sih? Orang Depok pasti setuju deh kalo stasiun Depok dibilang kurang “cozy” dan bahkan enggak sama sekali. Pedagang asongan dimana-mana, mesin tiket(itu loh yang kaya di Jepang, di stasiun lain juga ada kok) yang gak pernah dipakai(gak tau kenapa, tapi emang mesin itu banyak tersebar di stasiun di seluruh Jabodetabek. Mungkin gara-gara stasiunnya gak mau bayar listrik mahal karena pakai mesin itu), dan kurangnya tempat duduk sehingga bagi penumpang yang menunggu kereta di stasiun Depok bakal pegel-pegel nunggu kereta di stasiun, belum pula ditambah jadwal kereta yang suka ngaret. Makin pegel deh. Udah capek, ga ada ojek(loh apa hubungannya)

Ke-kurang enakan di stasiun bakal ditambah panas lagi dengan banyaknya angkot yang ngetem di sana. Belum lagi banyak preman dan anak-anak suka ribut juga. Dan copet juga ada di sini. Saran gue cuma satu, hati-hati sama barang berharga yang lo bawa.


gambar diambil dari aulia87.files.wordpress.com, menggambarkan kemacetan di stasiun Universitas Indonesia

Sebenernya banyak banget kasus transportasi yang terjadi di kota Depok ini dan belum diambil tindak lanjut oleh pemerintah. Sebenernya kalo perlu kejadian kaya begini bisa kita tindaki sendiri asal ada kemauan kuat, karena menyelesaikan masalah Kota Depok bukan persoalan yang gampang dan simpel. Ayo kita mulai tindakan memperbaiki masalah kota Depok(bukan hanya di bidang transportasi) dengan setidaknya gak nambah ngerusak fasilitas yang ada di kota kita Depok ini.

peace, respect, and JUST METAL!!

emoticon diambil dari Yahoo! Messenger
dudit

Depok yang aneh(Transportasi Depok seri kedua) Mei 29, 2009

Posted by Dudit in Review Gila.
Tags:
add a comment

Lagi-lagi ini soal transportasi di kota Depok. Tapi jangan bosen dulu, ini bahasannya beda sama postingan gue yang sebelumnya.

Kali ini gue bakal ngebahas kerja badan LLAJ(Lalu Lintas Angkutan Jalan) dan Polantas Depok yang gue kira masih belum maksimal. Kenapa gue bilang begitu? Karena pada faktanya masih banyak supir-supir angkot yang bisa bebas ugal-ugalan tanpa ditilang/ditegur sama pihak yang berwajib(Dinas LLAJ dan Polantas). Beberapa kali gue temuin kasus abang-abang supir angkot yang suka ngelanggar lampu merah dan nyalip tanpa ngeliat aman atau enggak. Hal ini serig gue alami, biasanya waktu gue pulang dari sekolah. Abang-abang supir angkot ini nyalip orang lain padahal di sebelah mobil yang disalip itu ada mobil yang lainnya, sehingga hampir memicu tabrakan. Sering juga ada abang-abang angkot yang nerobos lampu merah. Nah ini alesan gue kenapa Polantas dan Dinas LLAJ belom kerja maksimal.

Selanjutnya gue akan ngebahas soal tata rambu-rambu lalu lintas dan lampu-lampu lalu lintas yang enggak terpasang di tempat yang pas, sama pembatas jalan ang super-duper ulang. Sebagai contoh, ada pertigaan yang gak punya lampu merah, padahal lalu lintas di tempat itu lumayan besar, sehingga memicu kejadian yang penyebabnya adalah lalu lintas yang semrawut, entah apa itu kejadiannya.

Rambu-rambu lalu lintas juga banyak yang dipasang di tempat yang salah. Ada jalan yang harusnya bisa dipake sama banyak kendaraan karena jalanan itu jalan yang penting buat mengurangi waktu perjalanan(soalnya kalo jalan itu ga dipakai orang harus ngambil jalan memutar yang sangat menyita waktu), malah ga bisa dipakai, karena pemerintah udah menetapkan jala itu khsusu buat angkutan umum. Akhirnya banyak orang yang melanggar rambu itu dengan alasan supaya ga telat sekolah, karena kebetulan tempat itu dekat dengan kompleks sekolah.

Kemudian ada juga jalan yang pembatasnya sangat kurang, contoh yang gue temukan yaitu di depan komples rumah gue, persis. Tepatnya di Jalan Raya Tanah Baru. alan yang berbatasan langsung dengan Jakarta ini sebenernya merupakan jalan yang sangat sempit sampai-sampai jalan itu hampir ga cukup buat 2 mobil, padahal jalan itu 2 arah. Maka dari itu,Kemungkinan untuk tabrakan dan menyebabkan kemacetan di jalan ini pun sangat besar. Dan jalan Tanah Baru ini termasuk berbahaya. Tau kenapa? Di samping jalan itu ada kali yang dalam dan curamnya nauzubillah, namun pembatas jalan supaya gak ada orang yang nyemplung pun sama sekali gak memadai. Setiap menyetir mobil jujur aja gue suka merinding kalo lewat jalan itu. Di jalan itu juga pernah terjadi kasus orang yang bersama mobilnya jatuh ke kali itu. Menyeramkan, bukan? (gambar menyusul, belom ambil foto :p)

peace, respect, and JUST METAL!!

emoticon diambil dari Yahoo! Messenger
dudit

Keadaan Transportasi Depok yang menggila!! Mei 29, 2009

Posted by Dudit in Review Gila.
Tags:
add a comment

Siapa sih yang ga tau kota Depok? Saat ini di Depok banyaknya angkutan kota atau yang disebut angkot di Depok emang merajalela, hal ini gue rasakan sebagai hal yang punya potensial bikin macet di Depok. Hal ini bukan karena satu alasan yang ga nyambung, tapi emang karena jumlah angkot di Depok yang udah jadi mayoritas kendaraan bermotor, dan pengemudinya yang kadang-kadang “sa’karepku” apaan tuh? Ini perlaku supir-supir angkot yang suka berhenti di tusuk sate pertigaan yang akhirnya bikin macet semua kendaraan yang mau lewat.

Siapa sih yang ga pernah kesel gara-gara angkot yang ngetem sembarangan? Jujur, gue pun kesel gara-gara hal yang satu ini, masalahnya gara-gara hal yang kaya ginian ga cuma kejadian sekali, namun berkali-kali dan membuat semua orang menyuarakan mobilnya(baca : ngeklakson) angkot yang gak mau jalan. Udah macet terus ditambah berisik. Siapa yang gak kesel? Nih salah satu gambar yang paling ekstrim tentang kemacetan karena angkot, semoga bisa ngasih gambaran tentang gak enaknya kebanyakan angkot di suatu kota.

gambar diambil dari detik.com

Bukan cuma angkot, di Depok sekarang banyak jalan yang ga mulus(alias jelek) dan gak diperhatiin Pemkot Depok. Ya, belakangan ini emang aktivitas Pemkot Depok membawa banyak kemajuan buat kota Depok. Walaupun kebanyakan dari kemajuan-kemajuan ini bagus, namun gue sangka ga terlalu penting dan over-rated lah. Banyak banget sekarang jaminan hidup yang ada di Depok, tapi itu berguna cuma buat segelintir orang yang memang ga semua orang perlu. Sedangkan jalanan diperlukan sama semua orang, dan jalanan ini pun menurut gue sama sekali belom terurus. So, buat apa membuat sesuatu yang mewah kalo kita aja ga bisa memenuhi kebutuhan yang paling dasar? Sama aja kaya kita ga makan apa-apa di piring yang terbuat dari emas.

Eits, bahasan gue ga cukup sampe di sini men, tenang aja(sok gaul mode : on). Masih ada bahasan yang lain. yang akan gue bahas selanjutnya adalah jadwal KRL yang hampir “selalu” ngaret(hah? apa iya?)

kenyataan yang gue temukan memberikan jawaban “iya”. tau kenapa? karena gue termasuk salah satu orang yang ngerti tenang kereta(narsis mode : start). Walaupun itu cuma ngaret 10 menit atau 15 menit lah, tapi waktu cuma berapa menit itu penting. sebagai contoh, dulu waktu SMP gue punya temen yang bertempat tinggal di luar Depok, tapi entah keapa dia malah sekolah di Depok. Mungkin buat menghindari alay-alay di daerahnya? Siapa yang tau.

Bahasan KRL ini menurut gue penting, karena waktu ini buat orang seumuran gue(SMA) termasuk sangat penting dengan alasan :

  1. sekolah tidak mengijinkan anak yang telat untuk masuk sekolah, walaupun cuma 10 menit.
  2. adanya anak yang sekolah sama tempat tinggalnya gak satu kota

nah, karena itu, sebuah “ngaret” di stasiun bisa menyebabkan seorang anak yang harusnya bisa masuk karena tepat waktu telat sekolah, dan itu hal yang miris karena dia cuma telat selama jadwal kereta itu ngaret(berarti dia masuk sekolah dengan hoki-hokian, etdah jaman begini -_-)


gambar dari rezaprimawanhudrita.files.wordpress.com, contoh anak yang telatnya mepet banget

kurang lebih segitu aja bahasan gue aja, kalo mungkin gue ada inspirasi, boleh deh gue lanjutin. OK?

peace, respect, and JUST METAL!!

emoticon diambil dari Yahoo! Messenger
dudit